Logo SMA

Inklusi yang Menginspirasi: SMA Kertajaya Surabaya dan RSBN Malang Berbagi Cahaya Kemanusiaan

09 November 2025 | Admin SMA KERTAJAYA SURABAYA

Inklusi yang Menginspirasi: SMA Kertajaya Surabaya dan RSBN Malang Berbagi Cahaya Kemanusiaan

Surabaya, 5 November 2025

Suasana hangat dan penuh empati menyelimuti lingkungan Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN) Malang, ketika rombongan SMA Kertajaya Surabaya berkunjung dalam kegiatan studi banding bertema “Belajar dari Hati, Wujudkan Sekolah Inklusif dan Empatik”. Kunjungan ini bukan sekadar agenda akademik, tetapi sebuah perjalanan batin untuk memahami makna kemanusiaan, kesetaraan, dan semangat pantang menyerah dari para penyandang disabilitas netra. RSBN Malang merupakan lembaga di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang berfokus pada rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas netra. Di tempat ini, penerima manfaat mendapatkan bimbingan fisik, mental, sosial, pelatihan keterampilan, hingga resosialisasi, agar dapat hidup mandiri dan produktif di masyarakat. Kegiatan rehabilitasi di RSBN mencakup aspek internal seperti pelatihan keterampilan dan pembinaan karakter di asrama, serta aspek eksternal berupa orientasi ke masyarakat dan pengembangan wirausaha. Bagi siswa SMA Kertajaya, pengalaman ini menjadi momen belajar yang tak terlupakan. Mereka menyaksikan secara langsung bagaimana para penyandang netra berlatih orientasi mobilitas, mengenal arah dan jarak dengan ketajaman pendengaran, hingga memanfaatkan fasilitas umum secara mandiri. Di tengah keterbatasan, mereka menemukan cahaya semangat, keberanian, dan ketulusan yang menyalakan kesadaran baru: bahwa kemampuan sejati tidak terletak pada apa yang terlihat oleh mata, tetapi pada kekuatan hati dan kemauan untuk berjuang.   Kepala SMA Kertajaya Surabaya, Samini, S.HI., mengungkapkan rasa haru dan kebanggaannya terhadap kegiatan tersebut. “Kunjungan ke RSBN Malang bukan hanya memberi wawasan, tetapi juga menggugah nurani. Kami ingin siswa belajar tentang arti bersyukur, menghargai perbedaan, dan berempati pada sesama. Pendidikan sejati bukan hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan hati yang peka dan peduli,” ujarnya penuh makna.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Bina Netra UPT RSBN Malang, Anantya Sista, S.Sos., M.Si., menyambut baik semangat belajar dari SMA Kertajaya. “Kami sangat mengapresiasi sekolah yang mau terlibat langsung memahami dunia disabilitas. Inklusi bukan sekadar konsep, tapi tindakan nyata dalam menerima, memahami, dan memberi ruang bagi setiap individu untuk tumbuh sesuai potensinya,” tuturnya.

Guru pendamping Wuri Nastiti, M.MPd., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi refleksi penting bagi seluruh peserta. “Anak-anak belajar bahwa keterbatasan bukan hambatan, melainkan jalan menuju ketangguhan. Kami ingin membawa nilai-nilai empati dan kemanusiaan ini kembali ke sekolah, agar tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan penuh kasih,” ujarnya.

Selain kegiatan belajar langsung, siswa juga diajak berdialog dengan penerima manfaat RSBN, mendengarkan kisah inspiratif tentang perjuangan dan kemandirian mereka, serta mengenal berbagai hasil karya binaan penyandang netra. Kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan bahagia. Kunjungan ini diakhiri dengan pesan harapan: agar kerja sama antara SMA Kertajaya Surabaya dan RSBN Malang terus berlanjut dalam upaya membangun generasi yang berkarakter, peduli, dan berjiwa sosial tinggi. Dari RSBN Malang, para siswa membawa pulang lebih dari sekadar ilmu, mereka membawa cahaya kemanusiaan yang akan menerangi langkah mereka di masa depan.

Chat via WhatsApp